Variasi Tekanan Kerja Suction Compressor Terhadap Kinerja Ac Split dengan R290

Abstract

Telah dilakukan studi eksperimen kinerja R290 pada AC split basis R22. Karena dampak negative terhadap lingkungan oleh klorin dari penggunaan R22 yang menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon maka kesepakatan montreal 1997 memutuskan untuk menghapus penggunaan R22. Zat alami R290 yang memiliki ODP nol dan GWP yang dapat diabaikan dipandang memiliki potensi yang besar sebagai alternative pengganti R22. Metode penelitian ini adalah menguji R290 pada AC split 1 PK basis R22 dengan memberikan variasi tekanan kerja pada suction kompresor berturut-turut sebesar 60 psi, 70 psi dan 80 psi. Pada masing-masing tekanan kerja suction kompresor yang diberikan diamati pengaruhnya terhadap kapasita pendinginan, kerja kompresor dan COP. Selanjutnya dengan metode yang sama diuji juga R22. Akhirnya kinerja R290 dan R22 dibandingkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas pendinginan R290 dan R22 meningkat terhadap peningkatan tekanan kerja suction yang diberikan. Semakin tinggi tekanan kerja suction, memberikan beda kapasitas pendinginan antara R290 dan R22 yang semakin besar. Perbedaan kapasitas pendinginan antara R22 dan R290 rata-rata mencapai 13,4%. Sementara itu, kinerja COP R290 mencapai 15,2 % lebih rendah disbandingkan dengan R22.

Download: Fullpaper

Pembuatan Tungku Induksi Sederhana

Abstract

Tungku  induksi merupakan salah satu alat untuk proses pemanasan logam yang saat ini banyak digunakan di lingkungan industri, yang mana alat ini digunakan untuk melebur atau memanaskan logam. Maka dari itu untuk mengikuti perkembangan zaman dan untuk mempelajari kinerja tungku  induksi agar dapat memahami dan mengetahui prinsip kerja dari pemanas induksi maka dari itu dilakukan penelitian  pemanas atau tungku  induksi sederhana .

Metodologi  penelitian dimulai dengan : perancangan yaitu, pemilihan sistem pemanas induksi sederhana, menentukan komponen-komponen yang digunakan , proses pembuatannya dan melakukan pengujian pada pemanas induksi sederhana. Dalam proses pengujian dilakukan dua tahap pengujian yaitu proses pengamatan visual yang bertujuan untuk mengetahui apakah komponen pemanas induksi bekerja sesuai dengan yang diinginkan, lalu tahap selanjutnya dilakukan pengujian prestasi,berupa pengukuran untuk mengetahui besar daya yang digunakan dan besar pemanasan yang dihasilkan pada logam uji. Pembuatan pemanas induksi ini menghasilkan alat yang mampu memanaskan logam mencapai suhu 465oC selama 10 menit dengan nilai kalor yang dihasilkan sebesar 12192,3J dengan efisiensi thermal  sebesar 12.7%.

Download: Fullpaper

Pemanfaatan Karbon Biomassa sebagai Reduktor dalam Ekstraksi Fe-Ni dari Bijih Nikel Laterit

Abstract

Pada proses pengolahan bijih nikel laterit, kokas dan agen reduktor lain diperlukan sebagai bahan utama sumber karbon untuk mereduksi senyawa oksida dalam laterit. Salah satu alternatif untuk mengganti ketergantungan reduktor konvensional adalah karbon biomassa yang memiliki potensi untuk dijadikan sumber reduktor berkelanjutan. Dalam penelitian ini akan dilakukan proses reduksi langsung terhadap bijih nikel laterit untuk mendapatkan recovery besi dan nikel dengan menggunakan arang batok kelapa sebagai reduktor karbon biomassa. Reduksi dilakukan pada temperatur 1200OC ditahan 90 menit, pemanasan dilanjutkan sampai 1500OC dan ditahan 15 menit. Variasi penambahan arang batok kelapa yang digunakan adalah 25%, 37.5% dan 45% massa. Selain itu ditambahkan 10% CaCO3 untuk menurunkan titik lebur dan mengasilkan recovery Fe-Ni yang lebih tinggi. Uji komposisi kimia dilakukan pada bijih nikel laterit dan hasil reduksi untuk mengetahui recovery besi dan nikel. Analisa mineralogi dan karakterisasi struktur mikro untuk menganalisis pemetaan morfologi permukaan nikel laterit setelah reduksi.

Download: Fullpaper

Profesi Engineer dan Strategi Mengatasi Kecemasan Berbahasa Inggris

Abstract

One of the reasons why the participants lack speaking skill is they felt anxious when communicating in English in a real situation, especially with foreigners. There are eight participants in this research joined in house training in one of the company in Jakarta-Indonesia The research is mainly qualitative with some descriptive statistics which employed some data collection techniques: two questionnaires, interview, classroom observation, and document analysis. The data were analyzed by ways of reducing, displaying, and interpreting data.  Four participants detail expression related to their Foreign Language Anxiety (FLA) will be illustrated and discussed.  The results of the study were most of the participants experience a high level of test anxiety, the sources of anxiety coming from people’s view, preparation, procrastination, expectation, negative consequences/ negative thinking, personal problem, time pressure, format usage, students’ age, students’ familiarity with the testing condition, testing situation factors, and not mastering the skill. The participants’ coping strategies are various which are mostly cooperating.

Download: Fullpaper

Perancangan Sequencing Chiller untuk Menstabilkan Temperatur Suhu Ruangan Menggunakan Programmable Logic Control (PLC)

Abstract

Penggunaan chiller sebagai pendingin ruangan sudah banyak digunakan di perkantoran maupun industri. Belum adanya automatisasi pada alat pendingin menyebabkan muncul kendala suhu yang dihasilkan pendingin masih naik turun tergantung keadaan cuaca. Selain itu jumlah chiller yang digunakan juga tidak bisa dikontrol sehingga kalori yang digunakan menjadi maksimal yang menyebabkan pemakaian listrik menjadi besar juga. Perancangan sequenching chiller menggunakan PLC ini, bertujuan agar suhu yang dihasilkan oleh sequencing chiller stabil pada 27oC dan energy yang digunakan berkurang hingga 50%. Hasil pengujian dari perancangan bahwa setelah menggunakan PLC suhu dalam ruang dapat dikontrol stabil pada 27 derajat celcius.Dari 3 chiller yang tersedia pada mesin pendingin dengan PLC bisa dikontrol jumlah yang dipakai sehingga dapat menghemat 50% energy listrik yang digunakan.

Download: Fullpaper

Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas pada Knalpot Motor

Abstract

Handphone sebagai penunjang bisnis ojek on line tidak bisa kehabisan daya, sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik yang bisa mengisi baterai tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Metode yang dilakukan adalah merancang prototype pembangkit listrik tenaga panas pada knalpot yang merubah energi panas pada knalpot sepeda motor menjadi energi listrik. Apakah tegangan keluaran dari peltier bisa mencapai 2-3 volt. Mana yang lebih stabil antara menggunakan 1 peltier atau 2 peltier. Metode yang dilakukan adalah mengukur tegangan output pada 1 peltier dan tegangan keluaran 2 peltier yang dirangkai seri. Pengujian dilakukan pada perancangan pembangkit listrik tenaga panas saat knalpot motor yang dinyalakan selama 60 menit dengan mengukur tegangan output peltier dan modul chnager. Tegangan yang dihasilkan pada peltier saat menggunakan 1 peltier dan pada saat tegangan keluaran 2 peltier dirangkai seri > 2 volt yaitu 2.05 Volt dan 2.46 Volt. Tegangan keluaran pada 2 peltier yang dirangkai seri > 1 peltier tetapi pada modul charger tegangan yang dihasilkan lebih stabil pada saat menggunakan 1 peltier dari pada 2 peltier.

Download: Fullpaper