Pemanfaatan Panas Buang Atap Seng dengan Menggunakan Generator Termoelektrik sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan

Abstract

This research was conducted to utilize waste heat energy zinc roof for a revamped into a source of electrical energy. Waste heat utilization of zinc using thermoelectric generator type of TEC-12706 to convert thermal energy into electrical energy and the fan with speed 5 m/s to hold a low temperature in a cold area of heatsink. This research was conducted using a test simulation tool made by zinc, aluminum and acrilic. Waste heat utilization of testing zinc roof done starting at 09.00 WIB until 15.00 WIB for 3 days, with some measured parameters required as the intensity of  solar radiation (Es), airspeed (v), current (I), power (W) and temperature (T) some of which are found in the system tools of simulation testing. From the results of testing performed, the value of the highest efficiency i.e. of 0,00888% and the largest electrical power generated in the amount of 0,0042 W. A high intensity of the solar radiation it will affect the temperature of the environment which will also have an effect on the temperature in the cold area of heatsink, then the value of the temperature difference will also be affected. Heat resistance value on the system also affects the value of the waste heat energy can be changed into electrical energy.

Download: Fullpaper

Pengaruh Pemakaian Tipe Kaca pada Bangunan Gedung Terhadap Beban Pendingin dengan Menggunakan Software Hap Versi 4.90

Abstract

Sesuai perkembangan jaman banyak sekali bangunan gedung bertingkat yang dibangun. Untuk memberi kenyamanan pengguna, bangunan gedung tersebut biasa dilengkapi dengan pendingin ruangan. Pendingin ruangan merupakan peralatan pada bangunan gedung yang memiliki kebutuhan listrik yang sangat besar, sekitar 60% dari kebutuhan listrik total gedung untuk mensuplai sistem pendingin. Dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan beban pendingin yang dipengaruhi oleh U-value dan shade coeffetion pada kaca tipe bronze tint dan clear low e dengan variasi ketebalan 3 mm, 5 mm dan 6 mm. Penggunaan tipe kaca pada bangunan gedung sangat berpengaruh terhadap perhitungan beban pendingin dan berpengaruh juga dengan pemakaian listrik, karena tebal kaca dan tingkat kecerahan kaca akan meneruskan panas yang berbeda – beda. Untuk mendapatkan hasil sesuai tujuan di atas, maka metode yang digunakan adalah dengan studi literatur dari berbagai sumber, mengumpulkan data berupa gambar denah arsitek, luas dinding, jenis kaca, luas kaca dan arah mata angin. Selanjutnya data tersebut diinput ke software HAP 4.90, sehingga akan didapatkan seberapa besar kebutuhan beban pendinginnya. Sesuai dengan hasil perhitungan didapatkan untuk kedua tipe kaca antara bronze tint dan clear low e didapatkan U-value dan Shade coeffetion yang lebih kecil dengan tipe kaca bronze tint pada parameter ketebalan kaca yang sama. Sehingga didapatkan kapasitas mesin pendingin dan air flow yang lebih kecil dengan tipe kaca bronze tint. Dengan nilai U-value dan shade coeffetion yang semakin kecil, maka akan didapatkan seleksi mesin pendingin yang mempunyai kapasitas lebih kecil.

Download: Fullpaper

Analisa Penyebab Kegagalan Kemasan Cup Minuman Instan Aloe Vera

Abstract

IKM mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. Dalam hal ini adalah IKM yang berlokasi di Kebon Pala Kecamatan Makasar Jakarta Timur yang berbahan baku herbal yang kemudian diolah menjadi makanan dan minuman. Salah satu dari sekian tanaman herbal yang digunakan adalah lidah buaya atau aloe vera. Pada studi pendahuluan yang telah dilaksanakan, diketahui permasalahan yang ditemui pada IKM tersebut diantaranya adalah masih ada dampak dengan adanya kemasan cup minuman instan aloe vera diantaranya penyok, pecah, Maka dibuatlah rancangan solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut diatas berupa perancangan ulang kemasan cup minuman instan aloe vera. Tujuan dari penelitian ini diantaranya mengidentifikasi atribut apa saja dalam diperlukan dalam menentukan kemasan cup minuman aloe vera dan memberikan usulan dalam menentukan kemasan cup minuman aloe vera. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa penyebab dengan Fishbone Diagram dan analisa dengan Failure Methode And Effect Analysis yang terdiri dari identifikasi proses atau produk, analisis kemungkinan setiap potensi mode kegagalan, analisis efek yang ditimbulkan dari terjadinya setiap potensi kegagalan (potential failure mode), menentukan peringkat atau ranking, menghitung nilai Risk Priority Number atau RPN, membuat daftar prioritas perbaikan untuk memperbaiki atau mencegah terjadinya potensi mode kegagalan (potential failure mode), serta membuat analisis usulan perbaikan. Didapat hasil bahwa penyebab kegagalan adalah belum adanya SOP, belum adanya waktu standar melakukan proses pengemasan, ukuran penutup cup dengan meisn kurang sesuai. Tidak adanya pengaturan suhu dan material kemasan kurang sesuai.

Download: Fullpaper

Integrasi Grafin Oksida Berbasis Larutan sebagai Material Penghantar Lubang pada Sel Surya Hibrid Bulk-Heterojunction (BHJ)

Abstract

Dalam penelitian kali ini, telah didemonstarsikan penggunaan Grafin Oksida (GO) sebagai material pengantar lubang pada sel surya hibrid Bulk-Heterojunction (BHJ). Sebuah metode sederhana digunakan dalam memodifikasi anoda dari sel surya hibrid dengan cara mendeposisi material karbon nano hasil proses larutan diantara kaca transparan indium timah oksida(ITO) dan lapisan fotoaktif. Perngguanan GO ini ditujukan untuk mengganti secara keseluruhan polimer konduktif poly(3,4-ethylenedioxythiophene) polystyrene sulfonate (PEDOT:PSS). Dengan penggunaan lapisan GO ini, perbaikan efisiensi konversi energi dari 0,1% menjadi 1,66 % dapat dicapai melalu mekanisme penurunan hambatan seri (RS). Dengan hasil ini GO telah berhasil menunjukkan potensial yang besar untuk digunakan sebagai material pengantar lubang yang efisien pada sel surya hibrid

Download: Fullpaper

Pengaruh Gaya Lift Terhadap Sudut Serang Airfoil Naca 0013 dengan Ansys Fluent

Abstract

 Dunia Kedirgantaraan di Indonesia yang semakin lesu, butuh Peneliti-peneliti bertalenta di bidang Aerodinamika agar bisa mengangkat kembali nama baik dan harga diri Bangsa. Penelitian saya kali ini bertemakan studi bidang aerodinamika dari potongan melintang sayap pesawat terbang type Airfoil NACA 0013 dengan mencari sudut serang yang tepat untuk Take Off. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan sudut serang terbaik dari Pesawat saat Take Off. Metode yang saya gunakan dengan penerapan Simulasi CFD menggunakan Software ANSYS-Fluent versi 14.5 dengan Workbench. Hasil yang di dapat dari penelitian ini akan ditabulasikan dalam tabel dan grafik hubungan antara Gaya Lift terhadap Sudut Serang. Dengan mengambil variabel sudut serang sebanyak 9 variabel yaitu 0o, 3o, 6o, 9o, 12o, 15o, 18o, 21o, dan 24o. Dari hasil Simulasi didapat Sudut Serang terbaik untuk tipe NACA 0013 adalah 21o dengan harga Gaya Lift sebesar 61,650 N.

Download: Fullpaper

Pengaruh Penggunaan Iradiasi Gamma Terhadap Plastik Polipropilen di Tinjau dari Sifat Mekaniknya

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan iradiasi gamma terhadap plastik polipropilen ditinjau dari  sifat mekaniknya. Plastik polipropilen yang digunakan dalam penelitian   ini adalah mangkok dan pot. Mangkok dan pot tersebut diberikan radiasi berupa sinar  gamma. Radiasi gamma atau sinar gamma adalah sebuah bentuk berenergi  dari  radiasi elektromagnetik yang ,  diproduksi  oleh  radioaktivitas  atau proses  nuklir  atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Dosis yang diberikan bervariasi pada tiap sempelnya yaitu  5 kGy, 10 kGy dan 15 kGy.

Penelitia ini dilaksanakan di PAIR – BATAN Pasar Jumat. Peneliti  melaksanakan penelitian di tempat  tersebut karena ingin mengetahui pengaruh  radiasi terhadap plastik polipropilen dan penelitian juga dilaksanakan di Fakults Teknik Mesin UHAMKA Pasar rebo. Peneliti  melaksanakan penelitian di tempat tersebut karena ini mengetahui uji mekanik pada plasik polipropilen   yang sudah  di radiasi.

Hasil penelitian, untuk mangkok dengan dosis   5 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar   0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 0.580  dan 1.332  dan elongation sebesar 5.747 dan 7.056. Mangkok dengan dosis   10 kGy   memiliki kekuatan  luluh sebesar  0.000,  kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 2.084  dan 1.633  dan elongation sebesar 4.993 dan 6.791. Mangkok dengan dosis   15 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar  0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.504  dan 1.569  dan elongation sebesar 3.323 dan 5.097. Pot dengan dosis   5 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.419  dan 0.647  dan elongation sebesar 32.610 dan 30.120. Pot dengan dosis   10 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.407  dan 1.618  dan elongation sebesar 16.013 dan 20.980. Pot dengan dosis   15 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.936  dan 0.828  dan elongation sebesar  13.610 dan  9.820,  disimpulkan bahwa penggunan iradiasi gamma dapat mengurangi besarnya perpanjangan putus akibat putusnya rantai dan  juga dapat menaikkan besarnya kekuatan tarik suatu bahan

Download: Fullpaper