Analisis Kerusakan Katup pada Mesin Diesel 9 L21/31 Internal Combustion Engine

Abstract

Kerusakan katup buang (exhaust valve), pada mesin diesel L9 21/31. Unit 9 silinder 3 akibat proses pembakaran tidak sempurna, pembebanan termal, peningkatan panas berlebih (overheated) dan kelelahan material yang mengakibatkan patahan, retakan serta pengendapan deposite di daerah piringan katup. Untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan beberapa pengujian dilakukan seperti pengamatan visual makro, analisis komposisi kimia, kekerasan mikro dengan vickers, fraktografi, metalografi, patahan dengan SEM dan analisis kualitatif deposit dengan EDX. Hasil analisis komposisi kimia unsur pada material dasar katup (valve) terbuat dari baja Martensitic paduan Cr-Si. Dipengaruhi adanya kandungan Karbon berlebih dan perbedaan kekerasan antara lapisan dan material dasar HAZ katup buang (exhaust valve) akan bersifat rapuh dan tidak tahan terhadap temperatur tinggi.

Download: Fullpaper

Pengaruh Karbon Aktif dan Zeolit pada pH Hasil Filtrasi Air Banjir

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk memanfaatkan air banjir sebagai bahan baku air minum. Pada tahap ini, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh zeolit dan karbon aktif pada pH hasil filtrasi. Untuk mendapatkan air bersih, air banjir pada penelitian ini disaring dengan metode kapilaritas. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tergambarkan kenaikan pH pada sampel percobaan di mana pH rata – rata minimum 7,22, dan pH maksimum rata – rata adalah 7,40 yang berarti masih di dalam ambang batas peraturan mentri kesehatan.

Download: Fullpaper

Pengaruh Temperatur Pendingin Mesin terhadap Kinerja Mesin Induk di KM TRIAKSA

Abstract

Mesin diesel 2 tak adalah salah satu jenis mesin diesel dimana satu siklus pembakaran terjadi dalam dua langkah/gerakan piston (1 kali langkah maju 1 kali langkah mundur), atau satu putaran poros engkol. Sedangkan Mesin Diesel 4 tak adalah sebuah mesin diesel yang mana satu siklus pembakaran terjadi dalam 4 gerakan langkah piston (2 langkah maju dan 2 langkah mundur), atau dua putaran poros engkol. Dari hasil penelitian dihasilkan antara lain terjadinya penurunan suhu rata-rata Log (LMTD) pada sistem pendingin air tawar dan air laut yaitu dari 6,64o C menjadi 4,89o C, penyerapan panas di dalam sistem pendingin juga mengalami penurunan sebesar 13,521%. akibatnya Daya Indikator mengalami peningkatan sebesar 7,99%, turunnya Tekanan Injektor dari 17,45 kg/cm2 menjadi 17,06 kg/cm2 , sehinggadaya yang dihasilkan di ruang bakar (Ni) turun dari 1290,16kW menjadi 1187,13kW, atau turun sebesar 7,99 %. dan tekanan Injektor memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap Konsumsi Bahan Bakar Spesifik (specific fuel oil consumption), yaitu terjadinya penurunan pada tekanan injektor mengakibatkan naiknya kebutuhan bahan bakar untuk menghasilkan daya.

Download: Fulpaper

Konsep Desain Tas Pengamanan Nasabah Bank Mampu Lacak (Penerapan Teknologi Inflating Bag dan APRS [Automatic Position Reporting System] untuk Pengamanan Nasabah Bank)

Abstract

Peralatan yang akan diusulkan ini terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama, peralatan pengamanan fisik uang. Pada bagian ini didesain tas yang memiliki kemampuan menggelembung pada saat telah ada di tangan perampok. Sehingga dapat menghambat proses pelarian perampok. Selain itu, tas memiliki kemampuan untuk melemahkan mental perampok, yaitu dengan kemampuan mengeluarkan suara yang cukup mengganggu, agar perampok menjadi gugup dan sulit untuk bersembunyi. Banyak kemampuan lain yang dapat ditambahkan pada tas ini, seperti kemampuan mengeluarkan suara peluit anjing, agar tas dapat juga dilacak oleh hewan pelacak seperti anjing. Bagian kedua, peralatan pelacakan, yang merupakan suatu sistem peralatan untuk pelacakan posisi tas. Sistem pelacakan yang digunakan memanfaatkan teknologi radio paket, yaitu dengan sistem APRS (Automatic Position Reporting System ). Sistem APRS merupakan aplikasi perangkat lunak yang menggunakan protocol paket.

Download: Fullpaper

Penyusunan SOP untuk Mengatasi Kemugkinan NOT-GO Produkdi PT. CP

Abstract

Sistem Tata Kerja atau Standard Operating Procedure (SOP), berfungsi untuk memberikan acuan bagi pekerja dalam melaksanakan proses produksi, sehingga meningkatkan produktivitas kerja yang ditandai dengan semakin rendah tingkat keluhan pelanggan terhadap produk Not-Go yang dihasilkan. SOP membuat setiap prosedur kerja memiliki acuan yang jelas, sehingga produk yang dihasilkan, tidak tergantung kepada personil dalam memenuhi standar produk, tapi sangat bergantung kepada sistem. Setiap personil yang terlbat dalam setiap lini produksi, melaksanakan aktifitasnya dengan lebih tepat sasaran sehingga target zero defect dapat dicapai. Hal ini bisa terlaksana karena, setiap lini produksi bertanggungjawab terhadap bagian kerja mereka sesuai SOP yang telah ditetapkan.

Download: Fullpaper

Pembuatan Instalasi Air Bersih untuk Daerah Banjir dengan Air Banjir sebagai Air Baku

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang sangat sulit dihindari. Kerjasama yang sempurna antara pengerusakan alam dan pemanasan global membuat bencana banjir semakin sering terjadi Untuk menghindari terjadinya kekurangan air bersih dan air minum maka air banjir akan diolah agar dapat menjadi air bersih dan air lebih jauh lagi sebagai air minum. Penelitian ini bertujuan untuk membuat instalasi air minum yang akan menggunakanair banjir sebagai air bakunya tanpa menggunakan energi listrik yang berasal dari PLNataupun dari generator pembangkit listrik. Selain itu teknik penyaringan akan memanfaatkankapilaritas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe instalasi pengolah air bersih dengan menggunakan air banjir sebagai air baku.

Download: Fulpaper