Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak Sistem Manajemen Pelaporan Kegiatan Berbasis Web Peringatan Berbasis Email

Abstract

Pentingnya kualitas perangkat lunak memang masih diperhadapkan pada banyaknya standar kualitas yang ada. Para ahli rekayasa perangkat lunak tampaknya masih memerlukan sedikit waktu untuk menetapkan sebuah standar tunggal yang dapat menggugurkan standar-standar kualitas yang banyak ini. Di sisi lain, pencapaian kualitas perangkat lunak tidak bisa menunggu sampai standar tunggal itu ditetapkan. Tujuan dari penelitian  yaitu mendapatkan nilai kualitas perangkat lunak sistem manajemen pelaporan. Penelitian ini dilakukan dengan teknik kuantitatif. Penelitian ini adalah penerapan dari teori-teori mengenai kualitas perangkat lunak, dan dilakukan sebagai pembuktian teori-teori tersebut. Secara skematik,Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan kumpulan data,komputasi numerik (metric) dan komputasi numerik (indikator). Hasil yang diperoleh berupa pengumpulan data pada perangkat lunak, perhitungan komputasi numerik dan perhitungan indicator kualitas ISO 9126 yang meliputi indkator kualitas fungsional, indicator kualitas reliabilitas, indicator kualitas usabilitas, indicator kualitas effisiensi, indicator kualitas maintainabilitas, dan indicator kualitas portabilitas. Berdasarkan hasil tersebut, maka ditarik kesimpulan sesuai tujuan penelitian dengan hasil pengujian indikator kualitas ISO 9126 yang terdiri dari hasil 0.1435 fungsionalitas, hasil 988 reliable, hasil 0.4429 usability, hasil  11.5316 person-month, 2.33 Pemeliharaan, hasil 5 portabilitas dan persentase pencapaian kualitas 83.3%.

Download: Fullpaper

Perancangan Media Pembelajaran Virtualisasi Masjidil Harram Dengan Virtual Reality

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah ke 5 urutannya dalam rukun islam dan paling lama persiapannya baik  materi, fisik dan iman. Oleh karena itu para calon jamaah haji dibekali dengan pelatihan mengenai tata cara beribadah serta pengenalan rute bagi yang memasuki masjidil haram. Masjidil Haram adalah tempat suci bagi umat Islam, namun belum banyak umat islam yang mengetahui seperti apa bentuknya. Dalam pelatihan haji (manasik haji) calon jamaah haji dilatih di dalam area simulasi dengan dekorasi menyerupai miniatur masjidil haram. Oleh karena itu dengan aplikasi inilah calon jamaah haji diberikan informasi tentang bentuk dan lokasi masjidil haram dengan virtualisasi masjidil harram. Virtualisasi masjidil haram dibuat dengan teknik GYROSCOPE dan menggunakan teknologi VIRTUAL REALITY (VR). Aplikasi ini akan membantu memberikan gambaran objek masjidil haram secara dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Aplikasi ini nantinya dapat menjadi media pembelajaran untuk mengetahui letak, bentuk dan ukuran masjidil haram khususnya agar dapat membantu para calon jamaah haji dan umat muslim mengetahui informasi lokasi dan bentuk bagi yang belum pernah mengunjungi masjidil harram.

Download: Fullpaper

Pendugaan Parameter Model Produksi Constant Elasticity of Subtitutions (CES) dengan Metode Kuadrat Terkecil Nonlinear

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh nilai dugaan dari model produksi Constant Elasticity Subtitutions (CES) secara intrinsik nonlinear. Model produksi CES didefinisikan dengan -. Metode kuadrat terkecil nonlinear digunakan untuk menduga model produksi CES. Persamaan yang diperoleh dengan metode kuadrat terkecil nonlinear tidak dapat diselesaikan secara analitik. Untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan metode iteratif Newton Raphson. Model produksi CES yang diperoleh dari hasil studi dengan menggunakan data adalah – . Simulasi yang dilakukan dengan metode ini menunjukan bias untuk masing-masing parameter adalah =-1.021, = -0.0054, = 0.0675 dan = 0.0955. Hasil tersebut menunjukan metode kuadrat terkecil nonlinear cekup baik untuk menduga parameter pada model produksi CES. 

Download: Fullpaper

Perbandingan Mean Squared Error (MSE) Metode Prasad-Rao dan Jiang-Lahiri-Wan Pada Pendugaan Area Kecil

Abstract

Metode Empirical Best Linear Unbiased Prediction (EBLUP) merupakan salah satu metode pendugaan area kecil yang digunakan pada data kontinu dengan mensubtitusikan komponen ragam yang tidak diketahui ke dalam  penduga BLUP. Keakuratan penduga salah satunya dapat diperoleh dengan cara mengukur Mean Squared Error (MSE). Beberapa metode telah dikembangkan dalam pendugaan MSE EBLUP. Prasad dan Rao (1990) mengembangkan penduga bagi MSE dengan menggunakan ekspansi deret Taylor. Jiang-Lahiri-Wan (2002) mengembangkan penduga bagi MSE dengan menggunakan metode Jackknife. Dalam penelitian ini pendugaan MSE bagi EBLUP dilakukan dengan kedua metode tersebut. Pendugaan MSE dilakukan secara empiris melalui data simulasi yang berdistribusi Normal dengan bantuan software R 3.3.3.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pendugaan MSE EBLUP dengan metode Jiang-Lahiri-Wan relatif lebih baik karena menghasilkan nilai yang lebih kecil dibanding MSE Prasad dan Rao dan besarnya nilai ragam pengaruh acak menyebabkan nilai MSE yang dihasilkan semakin besar.

Download: Fullpaper

Perbedaan Solusi Masalah Instalasi Jaringan Multi Tahap Dalam Proses Koneksi Menggunakan Algoritma Modifikasi Prim dan GNU Octave

Abstract

Desain jaringan merupakan salah satu bidang yang banyak terapannya dalam optimisasi kombinatorik. Masalah Instalasi Jaringan Multi Tahap atau Multiperiod Degree Constrained Minimum Spanning Tree (MPDCMST) merupakan salah satu masalah desain jaringan dimana akan ditentukan biaya minimum untuk menghubungkan titik-titik yang dipertimbangkan pada tahap-tahap tertentu, dan tidak melanggar syarat  atau kendala yang diberikan . Kendala yang diberikan adalah interkoneksi pada tiap titik tidak melebihi b, b= integer nonnegatif.   Selain itu,  ada skala prioritas titik-titik yang harus terhubung pada tahap tahap tertentu. Pada penelitian ini akan didiskusikan  proses instalasi/koneksi tiap titik pada masing-masing tahap yang menggunakan Modifikasi Algoritma Prim untuk menyelesaikannya. Ada dua algoritma (WWM1 dan WWM2) yang akan dibandingkan proses instalasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma WWM2 memberikan solusi yang lebih baik dari algoritma WWM1.

Download: Fullpaper

Audit Sistem Informasi Pada Aplikasi Accurate Menggunakan Model COBIT FRAMEWORK 4.1 (Studi Kasus: PT. Setia Jaya Teknologi)

Abstract

PT. Setia Jaya Teknologi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi. Dalam aktivitas pembukuan mereka menggunakan aplikasi Accurate untuk proses Accounting. Dalam penggunaanya untuk mempermudah proses pencatatan pembukuan perusahaan dan juga untuk menghindari kehilangan data. Tujuan dari dilakukannya audit pada perusahaan ini adalah mengidentifikasi tingkat efektivitas dan efisiensi dari aplikasi yang digunakan pada perusahaan, dan meneliti apakah implementasi aplikasi sudah memenuhi visi misi perusahaan ini atau belum. Manfaat dari audit ini adalah menjadi pedoman bagi perusahaan untuk mengevaluasi sistem kinerja dari aplikasi. Perusahaan ini di audit berdasarkan framework COBIT. COBIT merupakan sebuah kerangka best practice bagi pengelolaan teknologi informasi yang sudah digunakan oleh berbagai auditor. Standar COBIT 4.1 dapat membantu auditor, user dan manajemen untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan control dan masalah-masalah teknis TI. Untuk mengukur aspek dukungan TI terhadap kegiantan operasional bisnis fokus domain audit perusahaan ini berpusat pada Delivery and Support (DS). Hasil dari audit yang dilakukan adalah analisa kinerja aplikasi apakah sudah sesuai dengan tujuan bisnis dari perusahaan dan memberikan rekomendasi untuk perusahaan.

Download: Fullpaper