Rancang Bangun Antena V-Double Dipole pada Frekuensi Kerja LTE (Long Term Evolution) 710 Mhz

Abstract

Antena dipole merupakan antena yang dapat dikembangkan dalam berbagai aplikasi. Salah satunya pada aplikasi 4G LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kawasan frekuensi kerja di 710 Mhz. Antena dipole ini dibuat menggunakan kawat tembaga dan dipotong sesuai ukuran agar dapat beresonansi pada frekuensi kerja yang diinginkan. Perancangan antena dipole ini memiliki tujuan untuk mendapatkan nilai Return Loss ≤10 dB dan nilai VSWR ≤2 dengan Bandwidth 12 Mhz. Hasil simulasi antena V-Double Dipole menunjukan dalam frekuensi kerja antara 700 Mhz – 720 Mhz antena ini memiliki nilai Return Loss -13,07 dB dengan Nilai VSWR 1,575 Sedangkan pada Frekuensi resonansi 710 Mhz mendapatkan nilai VSWR sebesar 1,04 . Sementara pada hasil pengukuran antena prototype menunjukan dalam frekuensi kerja antara 685 Mhz – 718,5 Mhz, antena ini memiliki nilai Return Loss -13.19 dB dengan VSWR 1.53 dan pada frekuensi yang diinginkan 710 Mhz memiliki nilai VSWR 1,32 .

Download: Fulpaper

Analisa Interferensi Long Term Evolution terhadap Wifi pada Frekuensi Unlicensed

Abstract

Long term evolution (LTE) merupakan bagian teknologi nirkabel dengan rentang frekuensi 2300-2400 MHz pada E-UTRA yang beroperasi di band 40 dengan mode transmisi time division duplex (TDD). Salah satu perangkat wireless yang frekuensi kerjanya mendekati sistem tersebut adalah WLAN (Wifi) dengan standar IEEE 802.11 b/g di frekuensi 2400 MHz. Interferensi dapat terjadi apabila pita frekuensi pada 2 sistem perangkat wireless yang berbeda mempunyai frekuensi yang sama atau berdekatan. Untuk melindungi Wifi dari interferensi yang disebabkan oleh perangkat LTE, perlu dilakukan kajian yang menganalisis interferensi LTE terhadap wifi 802.11 b/g. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interferensi dari pengirim LTE band 40 terhadap penerima wi-fi 802.11 b/g menggunakan Spectrum Engineering Advanced Monte-Carlo Analysis Tool (SEAMCAT), yaitu model simulasi statistik yang menggunakan metode analisis yang disebut monte carlo dengan propagasi outdoor-indoor dengan melihat faktor jarak yang bervariasi antara pengirim pengganggu LTE terhadap penerima terganggu wi-fi. Dari hasil simulasi didapatkan desired Received Signal Strength (dRSS) menurun seiring jarak wanted transmitter (AP wifi) ke victim receiver (MS wifi) dijauhkan dengan jarak IT-VR minimum 50 meter, dRSS memiliki nilai sebesar -82.15 dBm dimana nilai ini dibawah nilai sensitivitas penerima yang ditetapkan. Sisi lain nilai C/I pada jarak IT-VR minimum 50 meter dengan jarak WT-VR maksimum 30 meter sebesar 13.01 dB mendekati nilai C/I yang ditetapkan dan probabilitas interferensi sebesar 16.79 %. Dengan mengetahui pengaruh interferensi LTE band 40 terhadap wifi 802.11 b/g pada band unlicensed dapat dilihat dari nilai C/I yang dihasilkan. Semakin dekat jarak pengganggu LTE maka semakin besar probabilitas interferensi yang dialami penerima wifi 802.11 b/g, sementara nilai C/I nya semakin kecil.

Download: Fulpaper

Simulasi Kendali Gerak Longitudinal Pesawat Terbang Menggunakan Instantaneous Linearization Berbasis Neural Network

Abstract

Pergerakan pesawat pada umumnya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan sumbu pergerakan, yaitu gerak pitching, yawing, dan roll. Pitching merupakan gerak pesawat berdasarkan sumbu horizontal yang tegak lurus terhadap sumbu roll yang menyebabkan hidung pesawat akan turun atau naik. Dalam penelitian ini, penulis meneliti gerak longitudinal atau gerak pitching pesawat terbang saat berada di udara dengan elevator sebagai sinyal kendali gerak pesat terbang tersebut. Pengendalian gerak longitudinal pesawat terbang dilakukan untuk mendapatkan rise time, delay time, dan settling time yang cepat serta steady state dan overshoot yang kecil dengan cara membuat pemodelan persamaan matematika dari gerak longitudinal pesawat terbang dengan menggunakan Instantaneous Linearization berbasis Neural Network. Algoritma yang digunakan yaitu algoritma BFGS dan Lavenberg Marquadt dengan simulasi menggunakan program MATLAB Ver. 7.8.0.347. Nilai yang diinginkan dalam penelitian ini yaitu waktu naik (rise time), waktu tunda (delay time), dan waktu tunak (steady state) yang tidak lebih dari 2 detik serta overshoot yang tidak lebih dari 5%. Hasil yang diperoleh dari pengadalian sistem gerak longitudinal pesawat terbang diperoleh delay time sebesar 0,12 detik, rise time sebesar 0.84 detik, peak time sebesar 1.24 detik, settling time sebesar 1.48 detik, steady state sebesar 1,6 detik, dan overshoot sebesar 0.38%. Ini menunjukkan bahwa nilai rise time, settling time, dan delay time yang relative cepat, serta steady state dan overshoot yang relative kecil sehingga sistem gerak longitudinal pesawat terbang ini sudah cukup sesuai dengan perancangan pengendalian yang diinginkan.

Download: Fulpaper

Analisa Kendali Radar Penjejak Pesawat Terbang dengan Metode Root Locus

Abstract

Metode Root Locus merupakan salah satu metode yang dipakai dalam keilmuan control engineering yang menggambarkan pergeseran letak kutub-kutub suatu sistem loop tertutup dari perubahan besarnya penguatan loop terbuka dengan gain adjustment. Analisa ini dipakai sebagai salah satu dasar untuk mendesain suatu sistem kendali sesuai dengan karakteristik dan spesifikasi yang diinginkan. Juga dapat menentukan apakah suatu system stabil atau tidak. Selain itu dapat menentukan besarnya rentang penguatan loop terbuka, agar suatu system masih dapat dikatakan stabil.

Download: Fullpaper

Penggunaan Metode Jalur Kritis pada Manajemen Proyek (Studi Kasus: PT. Trend Communications International)

Abstract

Project Management has been an important part of software development projects, therefore the use of technology to endorse effectiveness and efficiency of Project Management is a crucial aspect. PT. Trend Communications Internation (TRENDcom) is a company providing Project Management Office (PMO) service. Their main service is to provide expertise in managing Information Technology projects. One of the big issues they are facing is managing timeline. Late of delivery is caused by people, process and technology reasons. Technology-wise, the absence of application to let project manager and his PMO team the important activities that will cause delay on overall progress as well as the lack of reminder for their due project activities. Using Critical Path Method, an application is developed to address the issues. The application managed to give information of activities in a schedule which has big impact on overall delivery timeline and to provide reminder of due activities.

Download: Fullpaper

Perancangan Sistem Informasi Inventory Barang Berbasis Web pada Perusahaan Pergudangan

Abstract

Di era modern ini perkembangan teknologi informasi kian pesat. Sejumlah aplikasi dibuat untuk memudahkan pekerjaan manusia. Salah satunya mekanisme pengadaan barang yang dahulu dikerjakan
secara manual, namun sekarang pengerjaannya bisa dipermudah dengan adanya sistem pengadaan barang berbasis web yang selain dapat mempermudah juga dapat mempercepat proses inventarisasi
dan pengadaan barang di suatu perusahaan pergudangan. Sistem informasi inventory barang ini merupakan sistem informasi berbasis web multi-user dengan mekanisme proses pengadministrasian dan pengadaan barang dilakukan secara online. Aplikasi ini merupakan penunjang dari proses administrasi pengadaan barang di setiap perusahaan pergudangan. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur untuk melakukan request pengadaan barang, maintenance pengadaan barang, dan laporan pengadaan barang secara online.

Download: Fulpaper