KENDALI PUTARAN MOTOR ASINKRON 3 PHASA DENGAN VSD TIPE ATV312HU15N4

Abstract

In the current industrial development, the use of 3 phase asynkron motors is widely used as a drive of equipment at full or relatively constant speed. The rotation arrangement of the asynkron motor is greatly influenced by the value of the frequency of the AC voltage entering the motor. This study discusses the problem of speed control of three phase induction motors using variable speed drive (VSD) type ATV312HU15N4, frequency 50 Hz, 2 HP. The right way to use electrical energy, for 3 phase asynchronous motor operations is to use VSD. VSD is a device consisting of a rectifier, inverter and controller. While the frequency setting aims to regulate the speed control of the 3 phase asynkron motor alternating current. Based on the results of testing in the laboratory found that the motor speed control using VSD, has a low starting current range (5.91-7.76A). While the load conditions and rotational speed range (313-1509rpm). This condition can be adjusted with changes in frequency, even if the load increases or decreases.

Download: Fullpaper

Analisa Tebal Bidang Tembus Gelombang Elektromagnetik USB WiFi LV-UW03

Abstract

Banyak alat elektronik pada zaman Industri 4.0 pada perangkat komunikasi memanfaatkan gelombang elektromagnet dapat terkoneksi dengan internet menggunakan media tanpa kabel atau sering disebut wireless fidelty (WiFi). Permasalahan yang terjadi antara pemancar sinyal WiFi (transmitter) dengan pengguna (receiver) terkoneksi dengan kekuatan sinyal berbeda – beda dikarenakan adanya penghalang pada suatu ruangan seperti kayu, kaca, dan coran/beton. Pengujian menggunakan USB WiFi LV-UW03 sebagai transmitter dan receiver dengan jarak 0cm pada bidang penghalang dengan variabel ketebal berbeda – beda, ketebalan kayu: 0,6cm, 1,2cm, dan 2cm, untuk kaca dengan ketebalan 0,3cm, 0,6cm, dan 1 cm, sedangkan untuk bidang cor/beton dengan ketebalan 5 cm, 10 cm, dan 15 cm. Bertujuan menganalisa agar mengetahui berapa hambatan yang dilalui oleh gelombang elektromagnet dengan massa jenis bidang yang berbeda. Setelah melakukan ujicoba dapat dihasilkan; untuk bidang penghalang kayu memiliki redaman -3,6dB, -4,2dB, dan -7,6dB; untuk bidang penghalang kaca memiliki redaman -6,5dB, -10dB, dan -12,1dB; sedangkan pada bidang penghalang coran/beton -9,2dB, -14,3dB dan -19,3dB. Kesimpulan pada bidang penghalang kaca dan coran adalah memiliki redaman yang besar sedangkan kayu tidak. Harapan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mendirikan bangun ruang dengan fasilitas jaringan internet dan dapat dikembangkan oleh penelitian berikutnya yang berhubungan dengan gelombang elektromagnet.

Download: Fullpaper

Sistem Monitoring Data pada Smart Agriculture System Menggunakan Wireless Multisensor Berbasis IoT

Abstract

The development of technology in the modernization era now allows us to do work more easily, quickly, efficiently and have high productivity. One example of this development is in agriculture. The concept of developing agriculture that is being developed at this time is the concept of intelligent agriculture, or more commonly known as smart farming or the Smart Agriculture System. This concept refers to the application of Information and Communication Technology (ICT) in agriculture. The main purpose of applying the technology is to increase yield productivity and ease in monitoring the plant growth process. Based on this, then in this study developed a data monitoring system that utilizes wireless multisensor network technology and internet connectivity in the concept of the Internet of Things (IoT). Through this system, it is expected to facilitate the process of monitoring and controlling the growth of plants that are turned into commodities.

Download: Fullpaper

Pelaksanaan Automatic dan Manual Racking memakai PLC CPM2A dan HMI Omron NB5Q

Abstract

Automatic and Manual Goods Storage System is a tool that functions to store goods in a rack that can be run automatically and manually. This tool can move objects into a storage rack using conveyors, push motors and elevators. The number of objects entering or exiting can be displayed on the HMI screen. This system uses 2 DC motors to move the outlet and inlet, 1 DC motor as a lifter to move up and down, 1 DC motor as a mobile trolly drive, 1 DC motor as a lifter to the left and right. This inlet system uses 3 limit switches to move the conveyor, 6 limit switches for rack indication, 5 limit switches for lifter indication to the right or left, 2 limit switches for mobile trolly indication, 4 limit switches for lifter indication up or down. Users can control the PLC system via HMI. The results of this tool are PLC programs using CX Programmer and HMI using NB Designer can run well. However, this tool is still not perfect due to some imperfect mechanicals, such as a pallet still rubbing against a pallet that is on the rack when racking or loading

Download: Fullpaper

PENATAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM SEBAGAI UPAYA MENGURANGI BIAYA ENERGI LISTRIK

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang semakin besar, menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan fasilitas-fasilitas umum, salah satunya adalah sarana dan prasarana jalan yang memadai.Banyaknya angka kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas di jalan, sebagian disebabkan karena kurangnya pencahayaan pada jalan yang kurang memadai.

Kurangnya pencahayaan ini disebabkan oleh pengaturan jumlah penerangan yang kurang sesuai dengan standar yang berlaku Selain  itu, pengaturan penerangan jalan serta banyaknya pemasangan lampu penerangan jalan yang dipasang tanpa ijin oleh masyarakat menyebabkan semakin besarnya biaya penerangan jalan umum yang dibebankan pada pemerintah daerah setempat, karena kebanyakan lampu-lampu tersebut tidak mempunyai meter unutk menghitung konsumsi dayanya. Dengan metode mengoptimalkan penerangan jalan yang memenuhi kebutuhan kelas jalan sesuai kebutuhan, maka selain dapat mengurangi beban pengeluaran pemerintah daerah dalam tagihan penerangan jalan. Dari hasil pengujian program perhitungan didapatkan program penataan lampu penerangan jalan dengan menggunakan Kwh Meter akan menghasilkan biaya energi lebih rendah dari pada tanpa menggunakan Kwh Meter

Download: Fullpaper

PENGARUH PENEMPATAN DISTRIBUTED GENERATION (DG) TERHADAP KEANDALAN PENYULANG MRA05 GI MRICA BANJARNEGARA

Abstract

Tenaga listrik merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga kontinuitas penyediaan tenaga listrik menjadi tuntutan yang semakin besar dari konsumen. Penyulang MRA05 GI Mrica Banjarnegara  menyuplai energi listrikuntuk sebagian  wilayah Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara sampai tahun2017 memiliki 4 Distritributed Generation (DG), yaitu PLTMH Sigebang 500 KW, PLTMH Kincang 320 KW, PLTMH Adipasir 320 KW, PLTMH Rakit 500 KW.Berdasarkan data catatan pada tahun 2017 Penyulang MRA05 mengalami pemadaman sebanyak 15 kali/tahun, dengan total lama padam 38,68 jam/tahun, hal ini tentunya cukup mengganggu kontinuitas penyaluran energi listrik ke konsumen. Berdasarkan permasalah tersebut maka perlu adanya studi tentang perhitungan tingkat keandalan sistem tenaga listrik pada penyulang MRA05.Pada penelitian ini dibahas besarnya indeks keandalan (SAIFI,  SAIDI, CAIDI) pada saat kondisi DG tidak terpasang dan terpasang. Perhitungan besarnya indeks keandalan dilakukan dengan menggunakan metode Reliability Index Assesment (RIA) , hasil perhitungan dibandingkan dengan hasil simulasi  software ETAP 12.6.0. Indeks keandalan berdasarkan metode RIA saat  DG tidak terpasang, dan nilai SAIFI adalah 2,96228 gangguan/tahun, besar  SAIDI adalah 9,1185 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 3,078 jam/gangguan, Saat  DG terpasang, besar SAIFI adalah 2,96228 gangguan/tahun, besar  SAIDI adalah 7,567 jam/tahun, besarnya CAIDI adalah 2,5546 jam/gangguan

Download: Fullpaper